ARTIKEL KESEHATAN OLEH
MEGAWATI,S.Kep
Proses menua adalah merupakan sebuah proses alamiah, yang berarti seseorang telah melalui tiga tahap kehidupan yaitu anak, dewasa dan tua. Pada ketiga proses penuaan ini berbeda, baik secara biologis, maupun psikologis. Penuaan merupakan sebuah proses alami di mana lansia mengalami perubahan baik fisik, kognitif, psikologis, maupun spiritual. Perubahan psikis pada lansia termasuk gangguan mood atau depresi. Salah satu masalah proses psikologis yang terjadi pada tahap menua ini adalah depresi. Depresi adalah suatu perasaan sedih, ketidakberdayaan, dan pesimis, yang berhubungan dengan suatu penderitaan. Depresi dapat berupa serangan yang ditujukan kepada diri sendiri atau perasaan marah yang dalam.
Adapun cara untuk mengatasi depresi bisa dilakukan baik secara farmakologis maupun secara non farmakologis. Dimana terapi depresi pada lansia berupa terapi farmakologis, obat dapat membantu secara sitomatis, akan tetapi menyebabkan efek yang merugikan bagi lansia jika digunakan dalam kurun waktu yang lama. Oleh karena itu perlu dikembangkan terapi non farmakologis yang dapat menurunkan depresi pada lansia untuk tetap awet muda dan yang muda tetap muda, serta mempererat hubungan antara anggota keluarga. Salah satunya bentuk terapi non farmakologis yang dapat mencegah dan mengatasi depresi pada lansia adalah psikoterapi interpersonal, terapi kognitif beck, terapi perilaku, terapi humanistik eksistensial dan terapi tertawa . Terapi tertawa merupakan tertawa yang dimulai dengan tahap demi tahap. Sehingga efek yang dirasakan bagi yang tertawa benar-benar dirasa dan memberikan efek baik bagi lansia tersebut. Tertawa 5-10 menit bisa merangsang pengeluaran endhorphin dan serotonin, yaitu sejenis morfin alami tubuh dan juga melatonin. Ketiga zat ini merupakan zat baik untuk otak sehingga kita bisa merasa lebih tenang. Terapi tertawa adalah teknik yang mudah dilakuakan, tetapi efeknya sangat luar biasa, bahkan dapat menyembuhkan pasien dengan gangguan mental akibat stres berat
Manfaat Terapi Tertawa
Anti stres, tawa adalah pangkal stres yang paling baik, murah, dan mudah dilakukan. Tertawa adalah salah satu cara terbaik untuk mengendurkan otot-otot tubuh. Memperlebar pembuluh darah dan mengirim lebih banyak darah hingga ke ujung-ujung dan semua otot seluruh tubuh Memperkuat sistem kekebalan tubuh, sistem kekebalan memainkan peran yang sangat penting dalam menjaga kesehatan tubuh dan menjauhkan diri dari infeksi, alergi dan kanker. Tertawa dapat mencegah tekanan darah tinggi, karena tertawa bisa membantu mengontrol tekanan darah dengan mengurangi pelepasan hormon yang berhubungan dengan stres dan memberikan relaksasi. Tertawa menjadi obat ampuh untuk menghilangkan stres, tertawa juga bisa membuat seseorang menjadi lebih tenang dan terhibur sehingga bisa melepaskan diri dari depresi.
Indikasi dan KontradiksiTerapi Tertawa
Terapi tertawa adalah terapi yang sangat ringan dan tidak membatasi usia, bahkan semua orang bisa melakukannya. Disamping itu mempunyai manfaat besar, terapi ini juga mengandung sejumlah potensi bahaya, potensi ini dilarang untuk dilakukan oleh mereka yang mempunyai beberapa jenis penyakit dan problem antara lain:
Penderita penyakit jantung (memacu denyut jantung bekerja lebih cepat, sehingga dikhawatirkan berakibat fatal). Penderita sesak nafas (menganggu pernafasan)
Humor dalam bentuk tertawa dalam dunia medis merupakan obat yang mujarab untuk menyembuhkan gangguan stres. Orang yang mudah tertawa akan lebih cepat sembuh dari penyakitnya daripada mereka yang banyak mengeluh dan menangis . Dampak psikologi tertawa pada tubuh menurut antara lain:
Mengurangi Stress
Meningkatkan Kekebalan Tubuh
Mencegah Penyakit
Tahap Pelaksanaan Terapi Tertawa
Tehnik yang pertama yaitu dengan cara menghirup napas melalui hidung, tahan nafas selama 15 detik dengan pernapasan perut. Lalu hembuskan secara perlahan melalui mulut, tehnik ini dilakukan sebanyak tiga kali berturut-turut. Kemudian petugas terapi mengemukakan pada kelompok atau individu lansia bahwa terapi akan dimulai. Petugas kemudian tertawa lebar (haahaa-haa-hii-hii-huu-huu) dan diikuti oleh para lansia dengan saling berhadapan, bertatap muka dan menertawakan satu sama lain. Tertawa ini bisa berlangsung selama 15 detik. Setelah 5 menit, kembali tertawa (menyuarakan hii-hii-hii). Apabila kurang kompak, lakukan kembali tertawa (huu-huu-huu). Sampai semua kompak saat melakukan latihan terapi tertawa. Setelah dilakukan pemanasan, kemudian petugas memberikan media untuk terapi tertawa dengan menggunakan video lucu. Kemudian lakukan 4 kali seminggu selama 15 detik pada jam 09.00 pagi atau sesuai dengan kondisi dimana klien lansia dapat melakukanya.
