Primary tabs

PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI TERHADAP DAMPAK COVIG 19

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajarannya untuk menghitung ulang risiko pelemahan ekonomi global akibat merebaknya Covid-19 yang berpotensi merembet ke Indonesia. Peluang dampak ekonomi lanjutan yang lebih panjang hingga 2021 mendatang. Sektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK) diyakini akan terkena dampak dari Covid-19. Pencegahan penyebaran dampak Covid-19 bisa mendatangkan peluang usaha bagi pemain TIK, tetapi juga ancaman bagi pelaku usaha di sektor tersebut.

Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini yang telah membawa dampak pada terbatasnya pergerakan manusia akibat social distancing dan physical distancing, menjadikan teknologi informasi memiliki peranan yang sangat penting, sekaligus sebagai solusi untuk mengatasi pembatasan tersebut, diantaranya dalam urusan pemerintahan, pendidikan, bisnis, ekonomi, kesehatan, bahkan urusan agama dan ibadah. Pemerintah tentu mengubah perilaku sosial dan kerja masyarakat dengan melakukan social distancing. Hal ini peluang bagi operator telekomunikasi di sisi trafik data melaksanakan working from home (WFH) atau distance learning. Inovasi layanan komunikasi bisnis dengan menggunakan berbagai sarana cocok bagi perusahaan untuk WFH atau proses yang mengembangkan platform belajar online bagi kalangan pendidikan. Tantangan yang harus dihadapi oleh pemain TIK di tengah Covid-19 adalah soal  pemasok dalam mata rantai yang saling berhubungan dengan global, khususnya untuk infrastruktur yang banyak tergantung dengan Tiongkok.

Infrastruktur jaringan yang terbesar pabriknya  berada di Tiongkok. Adanya pembatasan pergerakan manusia tentu berakibat bagi operator dalam meningkatkan kualitas jaringannya, minimal untuk mendatangkan ahli asing. Kondisi sekarang tentunya operator membutuhkan sejumlah insentif atau suplemen seperti keringanan regulasi untuk mendukung pengembangan jaringan hingga kemudahan dalam melakukan transformasi digital.

Regulasi yang terkini telah menjadi beban bagi operator harus fokus memperkuat pemain TIK agar mampu mendukung Indonesia keluar dari penyebaran Covid-19.

Lonjakan penggunaan internet pasca-anjuran bekerja dan sekolah dari rumah akibat Covid-19, merupakan bentuk tanggung jawab operator seluler untuk tetap bisa melayani masyarakat.

“Dalam kondisi seperti sekarang ini, semua butuh internet dan internet butuh infrastruktur telekomunikasi. Untuk menghadapi Covid-19, perlu regulasi sederhana yang cepat dengan biaya yang wajar dalam hal ini. Termasuk untuk operator telekomunikasi, jangan ada biaya-biaya yang membebani sampai ke tingkat Pemerintah Daerah. Karena tanpa operator telekomunikasi, kita tidak bisa melayani kebutuhan internet untuk bekerja dan sekolah dari rumah dengan mengadakan Class On-line, kemudian di bidang Pemerintahan dengan penyebarluasan informasi melalui website, sarana komunikasi melalui video conference. Saat ini pendapatan operator seluler hanya dari menjual paket data. Sementara pendapatan dari penggunaan panggilan telepon dan pesan singkat (SMS) dipastikan menurun karena layanan OTT yang disediakan aplikator asing.

“Sayangnya biaya hak penggunaan (BHP) frekuensi minimal sebesar Rp 1,2 triliun tetap harus dibayarkan ke pemerintah setiap tahun, entah operator itu untung atau rugi tetap harus dibayar, sementara operator harus berinvestasi juga menggelar kabel optik, menambah jaringan dan bandwith.

Penyebaran Covid-19 telah mengubah perspektif dunia, misalnya muncul anjuran bekerja dari rumah, tentu akan memberikan dampak bagi perekonomian negara dan industri TIK Indonesia. Namun jika dilihat dari sisi positif, Covid-19 juga membuka peluang bagi operator seluler karena peningkatan penggunaan internet, aplikasi, dan kecerdasan buatan untuk mempermudah kebutuhan manusia.

Proses transformasi teknologi bisa diterapkan dalam tiga hal, yaitu sebagai berikut :

  1. Visi dan Kepemimpinan yang bisa membawa potensi negatif dari teknologi menjadi positif.
  2. Adanya inovasi dan adopsi teknologi baru.
  3. Diterapkan dalam budaya dan transformasi organisasi.

Tahun 2020 akan sangat menantang bagi industri TIK karena faktor disrupsi teknologi dan Covid-19. Disrupsi berpotensi menggantikan pemain-pemain lama dengan yang baru.

Dari sisi bisnis, kompetisi, adopsi dan inovasi teknologi, sampai kultur dan struktur organisasi perusahaan telah mengubah banyak hal dengan adanya disrupsi teknologi. Jumlah wisatawan akan menurun dan investasi asing juga. Bagaimana mau mikir investasi, kalau setiap negara mikir rakyatnya sendiri. Diperlukan visi dan kepemimpinan inovasi dan adopsi teknologi serta transformasi.

Kesimpulan

Peranan tekonologi informasi dan komunikasi terhadap dampak langsung Covid-19 yaitu sebagai berikut :

  1. Membuka peluang bagi operator seluler karena peningkatan penggunaan internet, aplikasi, dan kecerdasan buatan untuk mempermudah kebutuhan manusia.
  2. Potensi naiknya biaya belanja modal infrastruktur jaringan dan operasional maintenance untuk mempertahankan layanan. Karena itu perlu diberikan insentif bagi operator, misal penundaan implementasi validasi IMEI ponsel yang butuh investasi besar.
  3. Peningkatan smartphone dan pertumbuhan konsumsi layanan data.
  4. Semua membutuhkan internet, dan internet juga membutuhkan infrastruktur telekomunikasi, sehingga diperlukan untuk melayani kebutuhan internet untuk pegawai pemerintah, swasta dan BUMN untuk bekerja dengan penyebarluasan informasi melalui website, sarana komunikasi melalui video conference dan dunia pendidikan untuk sekolah dari rumah dengan mengadakan Class On-line.
  5. Disrupsi teknologi mengubah banyak hal dari sisi bisnis, kompetisi, adopsi dan inovasi teknologi, sampai kultur dan struktur organisasi perusahaan.
Penulis: 
Muhamad Zarkoli, ST | Pranata Komputer | Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa | Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Artikel

22/12/2025 | DINSOSPMD
13/10/2023 | Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kep.Bangka Belitung
26/07/2023 | Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kep.Bangka Belitung
14/12/2022 | Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kep.Bangka Belitung
29/12/2021 | Mustikawati, S.Kep
10/06/2021 | Rusmawaty Sitorus
30/04/2021 | Raden Imam Bramono, S.Kep., Ners
04/12/2020 | Ns. MUSTIKAWATI, SKep